Langsung ke konten utama

Postingan

Kekerasan Seksual Anak, Pengabaian Tata Pergaulan Islam Kejahatan Memilukan Kekerasan seksual kini bukan lagi malapetaka bagi orang dewasa.  Kekerasan sekual yang menimpa anak-anak ternyata terbilang tinggi jumlahnya dan cukup menonjol.  Dibandingkan kekerasan psikologis seperti membentak, mengancam, dan memaksa, kekerasan seksual pada anak masih menunjukkan statistik lebih tinggi.  Meskipun, mungkin hal ini terjadi karena kurang tereksposnya bentuk kekerasan yang lain tersebut sebagai sebuah data. Namun, sebagai sebuah tindak kejahatan, kekerasan seksual anak menjadi perkara yang sangat memilukan.  Pasalnya, dampak traumatik yang dialami anak korban kekerasan seksual begitu mendalam dan sulit disembuhkan.  Dalam sebuah diskusi Kajian Ilmiah Perkembangan Anak, di Yogyakarta, 28 Juni lalu, dinyatakan bahwa trauma psikologi pada anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual sulit dihilangkan dari ingatan anak, terutama jika pelaku masi...
Karunia Ramadhan bagi Wanita Haid dan Nifas Shaum Ramadhan salah satu ibadah yang tata cara pelaksanaannya sudah ditentukan Allah SWT dan diajarkan Rasulullah SAW ( bersifat tauqifiyah ).  Kaum muslim diperintahkan untuk melaksanakannya tanpa mengurangi dan menambahnya.  Manusia tidak boleh mencari-cari hikmah dan manfaat ataupun alasan di balik pelaksanaan ibadah tersebut, kecuali apa yang telah disebutkan di dalam nash-nash Syara.  Oleh karena itu,  kaum muslim wajib mengikuti semua bentuk perincian ibadah Shaum dengan mengacu pada al-Qur’an maupun as-Sunnah. Dan bilamana hal itu dilaksanakan dengan benar dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT maka Shaumnya akan meningkatkan derajat ketaqwaannya. Shaum Wanita Haid dan Nifas Islam membedakan persoalan ibadah shalat dengan ibadah shaum bagi wanita haid dan nifas.  Dalam perkara shalat, Allah SWT telah mengangkat kewajiban tersebut dari keduanya.  Oleh karena itu, mereka tidak diperintahkan meng...

Pendidikan Karakter Kebangsaan, Akankah Menyelamatkan Generasi Bangsa ?

Pendidikan Karakter Kebangsaan, Akankah Menyelamatkan Generasi Bangsa ? Dunia remaja dan pelajar Indonesia hingga saat ini masih tetap diwarnai tawuran, kriminalitas, kekerasan, pergaulan bebas, miras dan obat terlarang.  Tentunya, menjadi pertanyaan besar bagi kita semua ada apa dengan pendidikan generasi kita? Dsisi lain, ada fakta bahwa remaja kita berdasar pada hasil survei lembaga swasta baru-baru ini, sebanyak 48,9 persen pelajar di Jakarta bersedia melakukan kekerasan terkait isu agama dan moralitas (vivanews.com, 1 Mei 2011).  Kasus bom yang melibatkan pemuda, pelaku dan korban cuci otak dari kalangan pemuda, dan juga kondisi buruk dunia remaja, memunculkan kembali pemikiran tentang perlunya peserta didik mendapatkan pendidikan karakter ke-Indonesiaan. Karena itulah, pendidikan karakter kebangsaan dicanangkan pada peringatan Hardiknas tahun 2011 lalu. Masalahnya, benarkah yang dibutuhkan oleh generasi bangsa ini adalah pendidikan karakter kebangsaan? Apa...

Kepornoan dan Serangan Budaya Barat

KEPORNOAN DAN SERANGAN BUDAYA BARAT Disadari atau tidak, sesungguhnya negeri ini tengah menjadi sasaran serangan budaya Barat.  Diantara bukti yang menonjol adalah makin meningkatnya kebebasan berperilaku, khususnya dalam hal pornoaksi dan pornografi.  Budaya free sex, homo seksual, kebebasan berpakaian, berdandan, hingga kontes kecantikan adalah di antara bentuk yang sudah lama ada.  Berikutnya, produk budaya Barat pun terus mengintai.  Setelah publik ramai-ramai menolak majalah Playboy Indonesia, kewaspadaan terhadap masuknya kepornoan ke Indonesia pun kian digencarkan.  Beberapa waktu lalu, elemen masyarakat menolak kedatangan Miyabi, bintang film porno asing meski hanya untuk main film yang dianggap tidak porno.  Dan kini, rakyat di negeri mayoritas muslim ini kembali mendapat tantangan atas akting bintang porno asal AS dalam film Indonesia. Tera Patrick main dalam film “Rintihan Kuntilanak Perawan” bersama artis film Indonesia. Tentu saja,...