Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Generasi

Kurikulum Direvisi Ajaran Islam Diamputasi

Perang melawan radikalisme kian kebablasan.   Kurikulum pendidikan khususnya pendidikan agama dianggap sebagai alat paling ampuh untuk mengubah pemahaman yang dianggap radikal.   Keinginan merevisi kurikulum pendidikan pun telah lama ada.   Sebagian proyeknya bahkan sudah dijalankan pemerintah. Namun, ada usulan yang sangat nyeleneh .   Kali ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Sirodj.   Ia mendesak agar kurikulum pendidikan agama dikaji lagi. Ia juga mengusulkan agar bab tentang sejarah yang dominan hanya menceritakan perang dikurangi porsinya (republika.co.id, 30 Juli 2018) . Ia menyatakan tentang banyaknya materi dalam pendidikan agama yang menceritakan perang-perang yang dilakukan Rasulullah Saw. seperti Perang Badar, Perang Uhud dan sebagainya.   Dan menurutnya, materi itulah yang menyebabkan siswa menjadi radikal.   Sebab, ayat-ayat perang sering disalahartikan oleh beberapa ...

Mendudukkan Harapan Orang Tua dengan Realita Anak

Kehidupan sekuler kapitalistik membawa tantangan tersendiri dalam proses pendidikan anak. Era digital pun begitu cepat mempengaruhi pola pikiran anak.  Kondisi yang dihadapi anak menjadi sangat kompleks dan berat.  Kemewahan dan kesenangan semu lebih menarik bagi anak dibandingkan idealisme yang berat.  Pada usia anak yang sudah mulai memiliki keinginan sendiri, tak jarang orang tua dibuat pusing.  Orang tua kerap berhadapan dengan berbagai keinginan anak yang tidak sesuai harapannya.  Masalah penampilan, memilih kegiatan di sela-sela waktu senggangnya, menentukan cita-cita, memilih jurusan atau lembaga pendidikan tertentu dan lain sebagainya adalah beberapa contoh yang membuat orang tua was-was; khawatir anaknya salah memilih jalan.  Menghadapi hal itu, tak jarang orang tua terjebak pada perselisihan perkara sepele hingga membuat hubungan keduanya merenggang.  Ada yang hanya gara-gara potongan rambut (anak laki-laki) misalnya, orang tua dan ...
Penyimpangan Seksual, Bukti Lemahnya Dogma Gereja Katolik Oleh: Noor Afeefa Komite Hak Asasi Manusia PBB akhirnya mengeluarkan kecaman keras kepada Vatikan dan menuduh bahwa Vatikan mengadopsi kebijakan yang memungkinkan pastor memperkosa dan mencabuli ribuan anak-anak (voa-Islam, 6/2/2014). Sebelumnya, Gereja Katolik telah menghadapi banyak tuduhan kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh pastor di seluruh dunia dan mendapatkan kritik karena keuskupan tidak memberikan reaksi yang memadai (BBC, 16/1/2014). Tak hanya penyimpangan seksual kepada anak-anak, beberapa waktu lalu, seorang biarawati asal Salvador kedapatan melahirkan bayi.  Meski ayah dari bayi itu masih misterius, namun sang bayi akhirnya dinamai dengan Francesco (Francis), nama yang sama dengan titel untuk Paus dan salah satu nama yang paling populer di Italia (Islampos, 20/01/2014). Masalah penyimpangan seksual yang dilakukan sejumlah pendeta dan uskup di berbagai negara sebenarnya tel...

Peran Muslimah dalam Membangun Masyarakat

Peran Muslimah dalam Membangun Masyarakat Oleh: Noor Afeefa Allah SWT menciptakan wanita dengan kodrat kewanitaannya. Ia diberikan karunia sifat kelembutan dan kasih sayang agar bisa melaksanakan tugas utamanya. Karena itulah, Islam mengatur peni kehidupan wanita dengan aturan yang begitu rapi agar pelaksanaannya menjamin keberlangsungan masyarakat secara baik. Allah SWT tidak memberikan peran strategis tersebut kepada laki-laki. Karenanya, secara penciptaan pun laki-laki tidak diberi karunia untuk melahir¬kan, menyusui dan sifat kelemah lembutan. Allah SWT telah menempatkan laki-laki pada posisi yang membutuhkan tenaga atau fisik lebih kuat. Oleh karena itulah, laki-laki dibebani tanggung jawab mencari nafkah bagi keluarganya. Inilah konsep umum pembagian tugas antara laki-laki dan wanita dalam Islam. Sayangnya, keadaan yang begitu indah tertata antara laki-laki dan wanita dalam Islam kini tengah dirusak oleh ideologi kapitalisme. Posisi wanita bergeser. Sungguh, menjad...

Menyiapkan Anak di Awal Tahun Ajaran

Menyiapkan Anak di Awal Tahun Ajaran Setiap orang tua pasti menghendaki kesuksesan anak-anaknya, terlebih dalam hal pendidikan.  Pada semua jenjang pendidikan –mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi- kesiapan awal menapaki bangku sekolah/kuliah, sangat menentukan kesuksesan pendidikan pada masa selanjutnya.  Dan untuk semua itu, peran sang ibu tentu sangat besar. Namun demikian, tidak sedikit ibu yang menyepelekan persoalan ini.  Merasa anak sudah mendapatkan sekolah atau tempat kuliah, ibu lantas mencukupkan diri dengan perasaan tenang.  Seakan-akan anak pasti lebih baik, lebih pintar, lebih sholih, dan sebagainya.  Hal yang sama juga terjadi tatkala liburan sekolah usai dan sang buah hati sudah kembali ke sekolah.  Mereka merasa lega, karena tugas mengawasi anak tidak lagi membebani mereka.  Tanggung jawab itu dianggap telah beralih ke sekolah. Sungguh, masa awal tahun ajaran adalah masa yang amat krusial bagi anak.  Amat disayan...

Mencermati Fenomena Anak Cepat Dewasa

Mencermati Fenomena Anak Cepat Dewasa Fakta mengejutkan kembali hadir di hadapan kita menyangkut polah tingkah anak-anak jaman sekarang.  Mereka dinilai terlalu cepat dewasa dengan masa kanak-kanak selesai pada usia 12 tahun. Setidaknya itulah yang ditemukan oleh Netmums, sebuah situs internet untuk kaum ibu di Inggris.  Lembaga ini juga menyatakan bahwa anak mendapat tekanan yang kuat agar berkembang lebih cepat (bbc, 6/03/2013). Di Indonesia sendiri, masalah ini pun mulai dirasakan.  Melihat polah tingkah anak-anak khususnya yang mengikuti berbagai ajang penilaian kreativitas anak, menunjukkan bahwa anak-anak jaman sekarang sudah memiliki kemampuan seperti anak-anak di atas usianya (bahkan orang dewasa).  Sudah jamak dijumpai adanya anak usia TK yang mampu menari ala tarian orang dewasa, berlenggak-lenggok ala peraga busana dewasa,  memainkan musik dan menyanyi layaknya pemain band orang dewasa, bahkan berdandan atau bersolek gaya khas orang dewasa. ...

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing Hingar bingar penyambutan tahun baru 2013 semakin memuncak, tak terkecuali di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.  Pergantian tahun pada kalender Masehi itu hampir selalu menjadi rutinitas perayaan yang tidak boleh terlewatkan oleh semua kalangan umur.  Libur panjang yang beriringan dengan Natal bahkan bertepatan dengan liburan sekolah menambah riuh orang-orang yang berkeinginan melalui pergantian tahun itu dengan berbagai kegiatan spesial.  Mereka umumnya beralasan bahwa pergantian tahun adalah kesempatan yang hanya datang setahun sekali, maka apa salahnya jika dirayakan atau diisi dengan kegembiraan melebihi hari-hari biasanya. Bagi muslim, merayakan tahun baru Masehi sebenarnya merupakan aktivitas terlarang.  Sebab, perayaan tahun baru merupakan bentuk kebudayaan (hadlarah) dari luar Islam. Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Pada mulanya perayaan ini dirayakan...

Gaul Sehat dan Syar’iy

Gaul Sehat dan Syar’iy Pengantar Inikah gambaran generasi muda harapan bangsa ?   Ketika separuh gadis di Jabodetabek tak perawan lagi.   Sedangkan di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen (BKKN. go. id , 2010). Adapun di DKI Jakarta selama 2011  tercatat ada 406 kasus aborsi, dengan pelaku aborsi separuhnya adalah anak di bawah umur.   Walhasil, infeksi HIV/AIDS angkanya terus melonjak setiap tahun.   Pertengahan tahun 2010 mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun sebanyak 48,1 % dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 % (Data Kemenkes).   Ini baru sebagian data yang diungkap.   Sisanya tentu menggambarkan kondisi yang tak jauh berbeda. Hampir bisa dipastikan bahwa gambaran menyedihkan di atas menunjukkan buruknya pergaulan remaja masa kini.   Anehnya, buday...

Jerat Dunia Hiburan pada Kaum Ibu

Jerat Dunia Hiburan pada Kaum Ibu Dunia hiburan memang menggelitik semua orang tanpa pandang usia. Inilah fenomena yang terjadi pada tatanan kehidupan yang semakin liberal di negeri ini. Konser musik NOAH pada 2 Nopember lalu di Ancol benar-benar menyihir kawula muda. Mereka  tak hanya remaja, bahkan ibu-ibu muda pun turut memadati area konser tersebut. Bergaya trendi, ibu-ibu ini ngotot menyaksikan aksi terbaru sang bintang pujaan yang sudah lama absen karena tindakan asusilanya itu. Mereka pun bahkan rela meninggalkan anak-anak mereka yang masih kecil hanya demi memuaskan hasrat menghibur diri. Inilah kekonyolan yang berulang terjadi di negeri seribu krisis ini. Krisis yang menghinggapi generasi (anak-anak) dengan semakin banyaknya peristiwa kekerasan yang dilakukan anak, penggunaan obat terlarang, pergaulan bebas, dan lain sebagainya ternyata belum juga membuat jera kaum ibu untuk turut memikirkan upaya penyelesaiannya. Padahal, telah jelas bahwa permasalahan...

Membina Ketaatan Pada Anak

Membina Ketaatan pada Anak  (Belajar dari Pengorbanan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as.) Setiap Idul Adha, kita selalu diingatkan pada keteladanan Nabiyullah Ibrahim as. dan putranya Nabi Ismail as. saat keduanya menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan dan ketundukan. Dengan keikhlasannya Nabi Ibrahim as. melaksanakan perintah untuk menyembelih putranya. Ismail pun begitu tunduk pada perintah Tuhannya sehingga rela mengorbankan jiwa dan raganya. Keduanya merasa ridha dan yakin akan perintah Allah SWT hingga tak sedikit pun tampak rasa enggan, ragu, apalagi menolak. Tak hanya itu, mereka bahkan bersegera untuk melaksanakan ketaatan tersebut tanpa pernah berpikir untuk menunda ataupun memperhatikan risiko dan akibatnya.  Inilah kisah ketundukan totalitas dua orang hamba Allah SWT yang senantiasa abadi di sepanjang zaman (Lihat: QS ash-Shaffat [37]: 102). Sepenggal kisah pengorbanan dan ketaatan yang luar biasa itu datang dari sebuah keluarga—ayah, ...

Kekerasan Anak adalah Bentukan

Kekerasan Anak adalah Bentukan Di tengah santernya perbincangan tawuran antar pelajar, budaya kekerasan yang dilakukan anak ternyata juga merambah remaja sekolah di pelosok daerah.  Tewasnya  Muhammad Ardian, siswa kelas VIII SMP 2 Rembang Purbalingga oleh teman sekolahnya setelah keduanya berkelahi di halaman sekolah (Tribunnews.com , 23/09/2012) menunjukkan dengan jelas bahwa perilaku keras (jahat) pada anak bukan perkara aneh lagi. Akal sehat mungkin tidak bisa menerima bagaimana mungkin anak SMP tega menusukkan sebilah pisau dapur ke pinggang korban hingga meninggal pada perkelahian sesaat sebelum jam masuk sekolah?  Bagaimana mungkin seorang pelajar SMP bisa berangkat ke sekolah dengan membawa pisau yang sudah ia persiapkan untuk berkelahi (bahkan membunuh temannya).  Apa yang merasuk dalam benak pelajar tersebut; kebencian yang mendalam menyulut aksi kekerasan atau rasa puas bila telah menyelesaikan urusannya dengan membunuh sekalipun. I...

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak Di antara perkara yang cukup merepotkan orang tua dari tingkah laku anak-anaknya adalah kebiasaan buruk dalam berbicara.  Padahal berbicara adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan manusia.  Berbicara pula yang pertama-tama dilakukan bayi saat baru lahir, melalui tangisannya.  Dan betapa bahagianya sang ibu tatkala mendengar kata pertama yang diucapkan buah hatinya.  Selanjutnya, seiring perjalanan waktu, sang anak pun mulai tumbuh, berkembang, dan menyerap berbagai informasi yang diterimanya.  Saat itulah sang anak mulai banyak mengatakan segala sesuatu yang pernah ia dengar.  Sayangnya, tak jarang kebahagiaan ibu harus tergantikan oleh rasa prihatin terutama saat sang buah hati mulai berbicara tanpa adab, sopan santun, bahkan  bertentangan dengan syari’at.  Rasa prihatin kian mendalam bila ternyata meski anak sudah mulai menginjak usia baligh, adab berbicara justru semakin ditinggalkan....

Sistem Islam Atasi Pergaulan Bebas

Sistem Islam Atasi Pergaulan Bebas Pergaulan bebas rupanya masih menjadi persoalan paling rumit khususnya bagi remaja.  ; Setidaknya mungkin itulah bentuk keprihatinan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada peringatan Hari Anak Nasional beberapa hari lalu.  Saking prihatiannya, menteri yang baru diangkat tersebut pun kembali melontarkan pernyataan nyeleneh, yaitu pacaran ‘sehat’.  Menurut beliau, dalam berpacaran harus saling menjaga, tidak melakukan hal-hal yang berisiko.  Masa remaja adalah masa yang tepat untuk membekali informasi, penguatan mental, dan iman dari keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar, sebelum mereka mulai aktif secara seksual (antaranews.com, 13/07/2012).  Sebelumnya beliau juga telah menyampaikan sebuah kebijakan kontroversi, yaitu kondomisasi yang ditentang keras oleh hampir seluruh komponen umat Islam. Berkaitan dengan penanggulangan masalah pergaulan bebas ini, beberapa waktu lalu, LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam...

Raih Liburan Sukses dan Penuh Makna

Raih Liburan Sukses dan Penuh Makna Pengantar Liburan sekolah adalah masa yang paling ditunggu anak-anak.   Rutinitas belajar di sekolah membuat anak-anak mengharapkan hadirnya waktu senggang untuk melepaskan beban belajar dan beralih menyenangkan diri melalui bermain ataupun kegiatan lainnya yang lebih mereka minati ketimbang belajar dan bertemu guru di sekolah.   Ya, tidak bisa dipungkri liburan sekolah adalah saat yang sangat menyenangkan bagi anak-anak.   Meski demikian, ternyata tidak demikian bagi orang tua.   Mereka umumnya cenderung mengeluh jika liburan sekolah tiba.   Sebab, beban mereka menjadi bertambah.   Anak-anak yang biasanya berada di sekolah sehingga tugas orang tua terkurangi, kini menjadi tanggung jawabnya.   Kegelisahan pun semakin dirasakan jika liburan cukup panjang.   Orang tua sering kehabisan ide untuk mengarahkan kegiatan anak.   Bahkan tak jarang mereka akhirnya mengalah mengikuti kemauan anak-anak m...

Hukum Syara’ Tentang Batasan Usia Menikah

Hukum Syara’ Tentang Batasan Usia Menikah Pengantar Pernikahan dalam Islam merupakan pengaturan hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam bentuk khusus.  Pengaturan ini merupakan solusi bagi berbagai persoalan yang terjadi menyusul interaksi antara laki-laki dan perempuan.  Pernikahanlah yang menjadi pintu dibolehkannya berbagai interaksi yang bersifat khusus antara laki-laki dan perempuan. Islam telah menganjurkan dan bahkan memerintahkan pernikahan. Diriwayatkan dari Ibn Mas‘ud RA, ia menuturkan: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan.  Siapa saja yang belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah perisai baginya.” (Muttafaq ‘alayhi) Juga diriwayatkan dari Qatâdah yang menuturkan riwayat dari al-Hasan, yang bersumber dari Samurah: “Bahwa Nabi SAW telah m...

Mencermati Fenomena Anak Pelaku Kejahatan : Peran Strategis Pendidikan Islam di Keluarga dan Sekolah

Mencermati Fenomena Anak Pelaku Kejahatan : Peran Strategis Pendidikan Islam di Keluarga dan Sekolah Pengantar Setiap keluarga muslim tentu mengharapkan anak-anak yang dilahirkannya adalah anak-anak sholih yang memberi kebaikan bagi kedua orang tuanya di dunia maupun akhirat.   Keberadaan anak-anak sholih ini tentu juga menjadi harapan bagi masyarakat dan bangsa.   Namun sayangnya, tidak semua harapan itu mampu diwujudkan.   Dalam kehidupan yang sekuler kapitalistik saat ini, fenomena anak-anak nakal -bahkan melakukan kejahatan- menjadi perkara yang jamak terjadi.   Data Komnas Perlindungan Anak menyatakan bahwa ada 6000-an anak per tahun yang berurusan dengan hukum. Banyaknya anak yang berperkara di pengadilan mungkin belum seberapa jika ditambah lagi dengan banyaknya anak yang melakukan kejahatan namun tidak diproses hukum.   Ini berarti jumlah anak pelaku kejahatan bisa jadi amat banyak. Dari berbagai jenis kejahatan yang biasanya...

Mendidik Generasi yang Peduli Nasib Negeri

MENDIDIK GENERASI YANG PEDULI NASIB NEGERI Pendidikan dan Kualitas Generasi Generasi muda adalah aset sebuah bangsa.  Jatuh bangunnya sebuah bangsa sangat ditentukan oleh generasi mudanya.  Oleh karena itu, kualitas generasi muda harus dipertahankan pada titik optimal dalam menerima tanggung jawab peralihan generasi menuju terwujudnya kehidupan masyarakat yang makin baik.  Sebagaimana dipahami bersama, kualitas generasi sangat tergantung pada pendidikan yang diterima generasi tersebut.  Kualitas pendidikan yang baik menjamin terciptanya generasi yang mampu membangun negeri.  Sebaliknya pendidikan yang tidak bermutu, tidak akan mengantarkan generasi tersebut untuk siap menerima tanggung jawab mengurus masyarakat.  Oleh karena itu, diperlukan pendidikan yang tepat dan benar-benar akan membentuk generasi yang dapat memikul amanah mengurus urusan umat dengan baik. [...]