Langsung ke konten utama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Vokasi Menjerat Pemuda untuk Kepentingan Kapitalisme

Dalam sistem kapitalisme yang serba sulit ini (merebaknya kemiskinan, pengangguran, dll.), para pemuda dihadapkan pada pilihan sulit dalam menempuh jalur pendidikan. Sebagian akhirnya memilih pendidikan vokasi karena iming-iming mendapatkan pekerjaan lebih mudah. Di sisi lain, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya di bidang vokasi, makin digencarkan. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontorkan sejumlah dana besar bagi program revitalisasi pendidikan vokasi. Proyek utamanya adalah link and match yang mengawinkan dunia usaha dan industri (DUDI) dengan pendidikan vokasi, baik di tingkat SMK maupun kampus vokasi. Skema matching fund (dana pemadanan) membuat dunia industri makin antusias melebarkan sayapnya di dunia pendidikan. Mereka seakan mendapatkan amunisi, tidak perlu repot karena telah memiliki pabrik SDM (sumber tenaga kerja) bagi pengembangan industrinya sesuai kebutuhan. Secara tidak sadar, inilah kondisi yang sebenarnya menjerat pemuda sekarang. Pot...

Menyelamatkan Rumah Tangga dari Penyimpangan Seksual

Galau soal LBGT tak hanya menimpa mereka yang belum menikah.  Kini, pasangan suami istri pun mulai terusik.  Rupanya LGBT juga memasuki ranah rumah tangga.  Mulai banyak isteri yang mengadukan persoalan penyimpangan seksual pasangannya.  Mereka mengadu bahwa ternyata suaminya sekarang gay, atau biseksual (yaitu menyukai dan mampu berhubungan dengan istrinya sekaligus dengan laki-laki lain).  Tak bisa dipungkiri, perilaku seksual menyimpang ini benar-benar telah mengguncang kehidupan rumah tangga.

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak Di antara perkara yang cukup merepotkan orang tua dari tingkah laku anak-anaknya adalah kebiasaan buruk dalam berbicara.  Padahal berbicara adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan manusia.  Berbicara pula yang pertama-tama dilakukan bayi saat baru lahir, melalui tangisannya.  Dan betapa bahagianya sang ibu tatkala mendengar kata pertama yang diucapkan buah hatinya.  Selanjutnya, seiring perjalanan waktu, sang anak pun mulai tumbuh, berkembang, dan menyerap berbagai informasi yang diterimanya.  Saat itulah sang anak mulai banyak mengatakan segala sesuatu yang pernah ia dengar.  Sayangnya, tak jarang kebahagiaan ibu harus tergantikan oleh rasa prihatin terutama saat sang buah hati mulai berbicara tanpa adab, sopan santun, bahkan  bertentangan dengan syari’at.  Rasa prihatin kian mendalam bila ternyata meski anak sudah mulai menginjak usia baligh, adab berbicara justru semakin ditinggalkan....