Langsung ke konten utama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyelamatkan Rumah Tangga dari Penyimpangan Seksual

Galau soal LBGT tak hanya menimpa mereka yang belum menikah.  Kini, pasangan suami istri pun mulai terusik.  Rupanya LGBT juga memasuki ranah rumah tangga.  Mulai banyak isteri yang mengadukan persoalan penyimpangan seksual pasangannya.  Mereka mengadu bahwa ternyata suaminya sekarang gay, atau biseksual (yaitu menyukai dan mampu berhubungan dengan istrinya sekaligus dengan laki-laki lain).  Tak bisa dipungkiri, perilaku seksual menyimpang ini benar-benar telah mengguncang kehidupan rumah tangga.

Kurikulum Direvisi Ajaran Islam Diamputasi

Perang melawan radikalisme kian kebablasan.   Kurikulum pendidikan khususnya pendidikan agama dianggap sebagai alat paling ampuh untuk mengubah pemahaman yang dianggap radikal.   Keinginan merevisi kurikulum pendidikan pun telah lama ada.   Sebagian proyeknya bahkan sudah dijalankan pemerintah. Namun, ada usulan yang sangat nyeleneh .   Kali ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Sirodj.   Ia mendesak agar kurikulum pendidikan agama dikaji lagi. Ia juga mengusulkan agar bab tentang sejarah yang dominan hanya menceritakan perang dikurangi porsinya (republika.co.id, 30 Juli 2018) . Ia menyatakan tentang banyaknya materi dalam pendidikan agama yang menceritakan perang-perang yang dilakukan Rasulullah Saw. seperti Perang Badar, Perang Uhud dan sebagainya.   Dan menurutnya, materi itulah yang menyebabkan siswa menjadi radikal.   Sebab, ayat-ayat perang sering disalahartikan oleh beberapa ...

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak

Menanamkan Adab Bicara kepada Anak Di antara perkara yang cukup merepotkan orang tua dari tingkah laku anak-anaknya adalah kebiasaan buruk dalam berbicara.  Padahal berbicara adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan manusia.  Berbicara pula yang pertama-tama dilakukan bayi saat baru lahir, melalui tangisannya.  Dan betapa bahagianya sang ibu tatkala mendengar kata pertama yang diucapkan buah hatinya.  Selanjutnya, seiring perjalanan waktu, sang anak pun mulai tumbuh, berkembang, dan menyerap berbagai informasi yang diterimanya.  Saat itulah sang anak mulai banyak mengatakan segala sesuatu yang pernah ia dengar.  Sayangnya, tak jarang kebahagiaan ibu harus tergantikan oleh rasa prihatin terutama saat sang buah hati mulai berbicara tanpa adab, sopan santun, bahkan  bertentangan dengan syari’at.  Rasa prihatin kian mendalam bila ternyata meski anak sudah mulai menginjak usia baligh, adab berbicara justru semakin ditinggalkan....