Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Liberalisme

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing Hingar bingar penyambutan tahun baru 2013 semakin memuncak, tak terkecuali di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.  Pergantian tahun pada kalender Masehi itu hampir selalu menjadi rutinitas perayaan yang tidak boleh terlewatkan oleh semua kalangan umur.  Libur panjang yang beriringan dengan Natal bahkan bertepatan dengan liburan sekolah menambah riuh orang-orang yang berkeinginan melalui pergantian tahun itu dengan berbagai kegiatan spesial.  Mereka umumnya beralasan bahwa pergantian tahun adalah kesempatan yang hanya datang setahun sekali, maka apa salahnya jika dirayakan atau diisi dengan kegembiraan melebihi hari-hari biasanya. Bagi muslim, merayakan tahun baru Masehi sebenarnya merupakan aktivitas terlarang.  Sebab, perayaan tahun baru merupakan bentuk kebudayaan (hadlarah) dari luar Islam. Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Pada mulanya perayaan ini dirayakan...

Gaul Sehat dan Syar’iy

Gaul Sehat dan Syar’iy Pengantar Inikah gambaran generasi muda harapan bangsa ?   Ketika separuh gadis di Jabodetabek tak perawan lagi.   Sedangkan di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen (BKKN. go. id , 2010). Adapun di DKI Jakarta selama 2011  tercatat ada 406 kasus aborsi, dengan pelaku aborsi separuhnya adalah anak di bawah umur.   Walhasil, infeksi HIV/AIDS angkanya terus melonjak setiap tahun.   Pertengahan tahun 2010 mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun sebanyak 48,1 % dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 % (Data Kemenkes).   Ini baru sebagian data yang diungkap.   Sisanya tentu menggambarkan kondisi yang tak jauh berbeda. Hampir bisa dipastikan bahwa gambaran menyedihkan di atas menunjukkan buruknya pergaulan remaja masa kini.   Anehnya, buday...

Jerat Dunia Hiburan pada Kaum Ibu

Jerat Dunia Hiburan pada Kaum Ibu Dunia hiburan memang menggelitik semua orang tanpa pandang usia. Inilah fenomena yang terjadi pada tatanan kehidupan yang semakin liberal di negeri ini. Konser musik NOAH pada 2 Nopember lalu di Ancol benar-benar menyihir kawula muda. Mereka  tak hanya remaja, bahkan ibu-ibu muda pun turut memadati area konser tersebut. Bergaya trendi, ibu-ibu ini ngotot menyaksikan aksi terbaru sang bintang pujaan yang sudah lama absen karena tindakan asusilanya itu. Mereka pun bahkan rela meninggalkan anak-anak mereka yang masih kecil hanya demi memuaskan hasrat menghibur diri. Inilah kekonyolan yang berulang terjadi di negeri seribu krisis ini. Krisis yang menghinggapi generasi (anak-anak) dengan semakin banyaknya peristiwa kekerasan yang dilakukan anak, penggunaan obat terlarang, pergaulan bebas, dan lain sebagainya ternyata belum juga membuat jera kaum ibu untuk turut memikirkan upaya penyelesaiannya. Padahal, telah jelas bahwa permasalahan...

Wacana Nabi Perempuan, Upaya Mengangkat Derajat Perempuan?

Wacana Nabi Perempuan, Upaya Mengangkat Derajat Perempuan? Propaganda kesetaraan gender rupanya tak mengenal waktu.  Bahkan di saat-saat kaum muslim berusaha mendekat kepada Al Qur’an –seperti di bulan Ramadhan ini- persoalan klasik ini kembali dimunculkan.  Bermula dari upaya menyingkap misteri Siti Maryam – salah seorang perempuan yang banyak disebut dalam al Qur’an, opini kemudian berkembang kepada Nabi perempuan.  Inilah yang hendak diungkap oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar –tokoh yang banyak menekuni isu-isu gender- baru-baru ini (Republika.co.id, 12 Agustus 2012). Wacana nabi perempuan sebenarnya sudah lama ada, bahkan tokoh nasional tersebut pernah mengungkapkannya di media cetak nasional pada 2005 lalu.  Dalam sejarah kaum muslim, bahkan sejak abad ke-4 Hijriyah telah muncul pendapat tentang Nabi perempuan.  Hanya saja, pendapat ini tidak berkembang dan cukup asing karena kelemahan argumentasi dan dalil.  Kemudian, mayoritas ulama s...

Sistem Islam Atasi Pergaulan Bebas

Sistem Islam Atasi Pergaulan Bebas Pergaulan bebas rupanya masih menjadi persoalan paling rumit khususnya bagi remaja.  ; Setidaknya mungkin itulah bentuk keprihatinan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada peringatan Hari Anak Nasional beberapa hari lalu.  Saking prihatiannya, menteri yang baru diangkat tersebut pun kembali melontarkan pernyataan nyeleneh, yaitu pacaran ‘sehat’.  Menurut beliau, dalam berpacaran harus saling menjaga, tidak melakukan hal-hal yang berisiko.  Masa remaja adalah masa yang tepat untuk membekali informasi, penguatan mental, dan iman dari keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar, sebelum mereka mulai aktif secara seksual (antaranews.com, 13/07/2012).  Sebelumnya beliau juga telah menyampaikan sebuah kebijakan kontroversi, yaitu kondomisasi yang ditentang keras oleh hampir seluruh komponen umat Islam. Berkaitan dengan penanggulangan masalah pergaulan bebas ini, beberapa waktu lalu, LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam...

Mempertanyakan Kesahihan Pendidikan Kespro dalam Penanggulangan Seks Bebas

Mempertanyakan Kesahihan Pendidikan Kespro dalam Penanggulangan Seks Bebas Pergaulan bebas rupanya masih menjadi bagian dari kehidupan remaja di negeri muslim ini.  Di tengah keinginan menyelamatkan para remaja dari pergaulan bebas, sebuah video pesta seks pelajar  justru beredar baru-baru ini. Kali ini terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Dalam video tersebut terdapat tujuh anak laki-laki serta dua perempuan melakukan pesta mesum di hutan Semampir, Desa Semugih Rongkop.  Diduga kuat peristiwa itu diabadikan dengan kamera ponsel oleh salah satu pelaku (Kompas.com, 01/02/2012). Sebagaimana yang sudah-sudah, merebaknya seks bebas di kalangan remaja (pelajar) selalu mengingatkan pada sebuah program yang kini giat dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, yaitu pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).  Dalam kasus ini pula, salah seorang pemerhati sosial Gunung Kidul, Tri Asmiyanto, berpendapat bahwa pemerintah setempat seharusnya l...

Femininitas Salah Arah dan Kerusakan Masyarakat

Femininitas Salah Arah dan Kerusakan Masyarakat   Beberapa saat setelah Malinda Dee (MD) ditangkap, menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyampaikan komentar keprihatinannya atas pembobolan uang nasabah Citibank yang dilakukan oleh seorang staf private banking perempuan.  Namun menurutnya, hal ini adalah sebuah kasus yang kebetulan saja pelakunya perempuan. Dia pun meminta masyarakat jangan memojokkan kaum perempuan dalam kasus ini. Linda juga menyayangkan bila masyarakat mengaitkan kasus MD dengan sensualitas dan kecantikannya sebagai perempuan. (Republika.co.id, 3/4/2011).   Tidak hanya MD, sebelumnya polisi juga sudah menangkap seorang perempuan cantik yang berprofesi sebagai penipu.  Selly masuk tahanan setelah beberapa korban melaporkan aksi penipuannya.  Para korban tidak menyangka kalau perempuan cantik itu ternyata penipu, karena gayanya yang meyakinkan.   Laki-laki maupun perempuan memang memiliki pelua...

Kehinaan Perempuan dalam Jerat Kapitalisme

Kehinaan Perempuan dalam Jerat Kapitalisme   Pengantar   Siapa bilang kemoderan yang dikesankan indah oleh kapitalisme adalah kemajuan dan harapan masa depan manusia.  Kini terbukti di depan mata, bahwa kehidupan kapitalistik telah menjerat manusia tak terkecuali kaum perempuan.  Menyisir kondisi perempuan di sepanjang tahun 2011 menyisakan kenangan pahit; perempuan terhina menjadi korban dari kejahatan kapitalisme.    Banyaknya perempuan di ujung palu hakim menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah perempuan yang tersangkut kasus hukum.  Selly, sang penipu, Artalyta Suryani (Ayin) sang penyuap, Melinda Dee yang diduga membobol dana nasabah Citibank, Nunun Nurbaetie, Miranda Goeltom, Angelina Sondakh atau pun Wa Ode Nurhayati hanyalah sedikit yang bisa dituliskan di sini.   Meski sebagian belum mendapatkan vonis hukuman, keberadaan mereka makin menambah deret manusia yang penghidupannya tidak mapan, meskipun mereka terlihat hidup di atas gar...

Kritik Bagi Pelaku Transgender

Kritik bagi Pelaku Transgender   Pengantar Kaum transgender tak henti-hentinya berulah.  Komunitas yang menentang hukum Allah ini ternyata masih jauh dari kata taubat, bahkan semakin durhaka.  Festival Q! Film yang mengkampanyekan wacana lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) pada tahun 2010 lalu telah mendapatkan penentangan cukup keras dari sebagian besar umat Islam.  Kita tentu berharap tak ada lagi propaganda merusak seputar LGBT.  Namun kenyataannya, acara 10th Q! Film Festival ternyata digelar diam-diam di Jakarta sejak tanggal 1 hingga 8 Oktober 2011 lalu.  Tentu saja, ini menunjukkan bahwa komunitas tersebut kian hidup dan masih mendapat sambutan dari sebagian masyarakat (hidayatullah.com, 6 Oktober 2011).  Tak hanya itu, mereka pun sempat unjuk gigi pada pembukaan pertemuan nasional AIDS IV di Jogjakarta 3 oktober 2011 lalu.  Keinginannya makin kuat, agar pemerintah memberi ruang kepada mereka untuk melakukan berbagai aktivitasny...

Kepornoan dan Serangan Budaya Barat

KEPORNOAN DAN SERANGAN BUDAYA BARAT Disadari atau tidak, sesungguhnya negeri ini tengah menjadi sasaran serangan budaya Barat.  Diantara bukti yang menonjol adalah makin meningkatnya kebebasan berperilaku, khususnya dalam hal pornoaksi dan pornografi.  Budaya free sex, homo seksual, kebebasan berpakaian, berdandan, hingga kontes kecantikan adalah di antara bentuk yang sudah lama ada.  Berikutnya, produk budaya Barat pun terus mengintai.  Setelah publik ramai-ramai menolak majalah Playboy Indonesia, kewaspadaan terhadap masuknya kepornoan ke Indonesia pun kian digencarkan.  Beberapa waktu lalu, elemen masyarakat menolak kedatangan Miyabi, bintang film porno asing meski hanya untuk main film yang dianggap tidak porno.  Dan kini, rakyat di negeri mayoritas muslim ini kembali mendapat tantangan atas akting bintang porno asal AS dalam film Indonesia. Tera Patrick main dalam film “Rintihan Kuntilanak Perawan” bersama artis film Indonesia. Tentu saja,...