Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah Islam

Jaminan Keadilan bagi Semua Agama dalam Negara Khilafah Islam

Jaminan Keadilan bagi Semua Agama dalam Negara Khilafah Islam Oleh: Noor Afeefa Fitrah beragama umat muslim kembali terpasung.  Di beberapa negara, umat Islam mengalami diskriminasi.  Dalam waktu yang hampir bersamaan, terjadi berbagai penolakan terhadap agama Islam dan kaum muslim. Sempat beredar kabar bahwa di Angola, sebuah negara kecil di benua Afrika, telah melarang perkembangan Islam, bahkan juga 194 sekte lainnya.  Kabarnya, Pemerintah Angola mengambil langkah-langkah dengan menghancurkan masjid-masjid di negara itu.  Menteri kebudayaan Angola, menyatakan ”Proses pengakuan Islam di negara ini belum disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, masjid akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut”   (eramuslim.com, 25 November 2013). Kabar tersebut lantas dianulir oleh beberapa ulama Angola dan komunitas muslim Angola beberapa hari setelah kabar tidak sedap itu berkembang ke seantero dunia.  Mereka menyatakan bahwa tidak ada penutupan...

Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Negara Sekuler, Mungkinkah?

Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Negara Sekuler, Mungkinkah? Pengantar Pro kontra soal RUU KUB (Kerukunan Umat Beragama) belum mereda.  Pemerintah pun dibuat pusing karena di negeri plural ini ancaman terhadap kerukunan umat beragama terus meningkat.  Beberapa momentum perayaan hari-hari besar agama, pendirian tempat peribadatan dan munculnya beragam kelompok keagamaam, tak luput dari ancaman gesekan antar penganut agama.  Berharap mendapatkan jalan keluar yang baik, Work Shop dan Konsultasi Program Peningkatan Kerukunan Umat Beragama telah dilaksanakan di Manado pada awal Mei ini.   Menuntaskan masalah toleransi dan kerukunan umat beragama memang bukan berkara mudah.  Beragam dialog, seminar dan workshop telah diadakan.  Berbagai buku pun telah berupaya mengupas tuntas persoalan ini.  Namun, ibarat angin lalu, semua slogan dan ajakan agar setiap kelompok agama menahan diri dari gesekan seakan tak berarti.  Kelompok Islam rad...

Wacana Nabi Perempuan, Upaya Mengangkat Derajat Perempuan?

Wacana Nabi Perempuan, Upaya Mengangkat Derajat Perempuan? Propaganda kesetaraan gender rupanya tak mengenal waktu.  Bahkan di saat-saat kaum muslim berusaha mendekat kepada Al Qur’an –seperti di bulan Ramadhan ini- persoalan klasik ini kembali dimunculkan.  Bermula dari upaya menyingkap misteri Siti Maryam – salah seorang perempuan yang banyak disebut dalam al Qur’an, opini kemudian berkembang kepada Nabi perempuan.  Inilah yang hendak diungkap oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar –tokoh yang banyak menekuni isu-isu gender- baru-baru ini (Republika.co.id, 12 Agustus 2012). Wacana nabi perempuan sebenarnya sudah lama ada, bahkan tokoh nasional tersebut pernah mengungkapkannya di media cetak nasional pada 2005 lalu.  Dalam sejarah kaum muslim, bahkan sejak abad ke-4 Hijriyah telah muncul pendapat tentang Nabi perempuan.  Hanya saja, pendapat ini tidak berkembang dan cukup asing karena kelemahan argumentasi dan dalil.  Kemudian, mayoritas ulama s...

Dukungan Istri Bagi Dakwah Suami

Dukungan Istri Bagi Dakwah Suami Dakwah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Kewajiban ini telah diemban oleh generasi awal Islam begitu perintah berdakwah tersebut turun. Para pengemban dakwah pada masa itu adalah orang-orang pilihan yang gagah berani.   Mereka juga adalah para suami yang memiliki keluarga dan istiri di sisinya.   Oleh karena itu, sungguh menarik mempelajari sepak terjang pendamping (istri) para pejuang Islam kala itu.   Sebab, mereka pastilah juga istimewa karena berhasil memberikan dukungan bagi keberhasilan dakwah suaminya. Di balik ketegaran menahan siksa karena mempertahankan kebenaran, di balik kilatan pedang karena menegakkan panji-panji Islam, dan di balik kebijaksanaan pemimpin yang adil ternyata telah bersanding sosok perempuan (istri) yang tegar menanggung risiko dan rela berkorban bahkan mampu bersikap secara agung bagi keberhasilan dakwah sang suami.   Dialah para istiri yang senantiasa memberikan dukungan bagi suaminya (para peju...

Turki Utsmani, Kekhalifahan Terakhir Di Abad 20

Turki Utsmani, Kekhalifahan Terakhir Di Abad 20 Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawidi Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani, adalah yang terbesar dan terlama. Turki Utsmani runtuh dan berubah menjadi Republik Turki pada tahun 1924M.