Langsung ke konten utama

Postingan

Menyiapkan Anak di Awal Tahun Ajaran

Menyiapkan Anak di Awal Tahun Ajaran Setiap orang tua pasti menghendaki kesuksesan anak-anaknya, terlebih dalam hal pendidikan.  Pada semua jenjang pendidikan –mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi- kesiapan awal menapaki bangku sekolah/kuliah, sangat menentukan kesuksesan pendidikan pada masa selanjutnya.  Dan untuk semua itu, peran sang ibu tentu sangat besar. Namun demikian, tidak sedikit ibu yang menyepelekan persoalan ini.  Merasa anak sudah mendapatkan sekolah atau tempat kuliah, ibu lantas mencukupkan diri dengan perasaan tenang.  Seakan-akan anak pasti lebih baik, lebih pintar, lebih sholih, dan sebagainya.  Hal yang sama juga terjadi tatkala liburan sekolah usai dan sang buah hati sudah kembali ke sekolah.  Mereka merasa lega, karena tugas mengawasi anak tidak lagi membebani mereka.  Tanggung jawab itu dianggap telah beralih ke sekolah. Sungguh, masa awal tahun ajaran adalah masa yang amat krusial bagi anak.  Amat disayan...

Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Negara Sekuler, Mungkinkah?

Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Negara Sekuler, Mungkinkah? Pengantar Pro kontra soal RUU KUB (Kerukunan Umat Beragama) belum mereda.  Pemerintah pun dibuat pusing karena di negeri plural ini ancaman terhadap kerukunan umat beragama terus meningkat.  Beberapa momentum perayaan hari-hari besar agama, pendirian tempat peribadatan dan munculnya beragam kelompok keagamaam, tak luput dari ancaman gesekan antar penganut agama.  Berharap mendapatkan jalan keluar yang baik, Work Shop dan Konsultasi Program Peningkatan Kerukunan Umat Beragama telah dilaksanakan di Manado pada awal Mei ini.   Menuntaskan masalah toleransi dan kerukunan umat beragama memang bukan berkara mudah.  Beragam dialog, seminar dan workshop telah diadakan.  Berbagai buku pun telah berupaya mengupas tuntas persoalan ini.  Namun, ibarat angin lalu, semua slogan dan ajakan agar setiap kelompok agama menahan diri dari gesekan seakan tak berarti.  Kelompok Islam rad...

Menjaga Diri dari Tipuan Duniawi

Menjaga Diri dari Tipuan Duniawi   Hidup dalam tatanan masyarakat kapitalis memang berat. Keinginan berbuat baik pun kerap berujung pada keburukan. Apalagi perbuatan tidak baik, pasti mendatangkan kesulitan. Setidaknya inilah yang kini menimpa sebagian masyarakat yang ingin bertahan hidup di tengah himpitan sistem kufur tersebut. Berharap mendapatkan untung, malah merugi karena investasi yang menipu. Kasus tipu menipu bisnis investasi bukan satu atau dua kali terjadi dan terungkap. Belum hilang ingatan kita tentang sepak terjang Koperasi Langit Biru yang berhasil menipu nasabahnya hingga triliunan rupiah. Kini, investasi yang bersandar pada jual beli emas pun marak didakwa sebagai penipuan. Manajemen Raihan Jewellery dilaporkan kepada Polda Jawa Timur karena perusahaan investasi emas ini tidak menepati janji investasi semula. Dana nasabah yang dihimpun diperkirakan mencapai Rp 13,2 triliun. Selain itu ada pula PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS). Perusahaan...

Mencermati Fenomena Anak Cepat Dewasa

Mencermati Fenomena Anak Cepat Dewasa Fakta mengejutkan kembali hadir di hadapan kita menyangkut polah tingkah anak-anak jaman sekarang.  Mereka dinilai terlalu cepat dewasa dengan masa kanak-kanak selesai pada usia 12 tahun. Setidaknya itulah yang ditemukan oleh Netmums, sebuah situs internet untuk kaum ibu di Inggris.  Lembaga ini juga menyatakan bahwa anak mendapat tekanan yang kuat agar berkembang lebih cepat (bbc, 6/03/2013). Di Indonesia sendiri, masalah ini pun mulai dirasakan.  Melihat polah tingkah anak-anak khususnya yang mengikuti berbagai ajang penilaian kreativitas anak, menunjukkan bahwa anak-anak jaman sekarang sudah memiliki kemampuan seperti anak-anak di atas usianya (bahkan orang dewasa).  Sudah jamak dijumpai adanya anak usia TK yang mampu menari ala tarian orang dewasa, berlenggak-lenggok ala peraga busana dewasa,  memainkan musik dan menyanyi layaknya pemain band orang dewasa, bahkan berdandan atau bersolek gaya khas orang dewasa. ...

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing

Perayaan Tahun Baru dan Serangan Hadlarah Asing Hingar bingar penyambutan tahun baru 2013 semakin memuncak, tak terkecuali di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.  Pergantian tahun pada kalender Masehi itu hampir selalu menjadi rutinitas perayaan yang tidak boleh terlewatkan oleh semua kalangan umur.  Libur panjang yang beriringan dengan Natal bahkan bertepatan dengan liburan sekolah menambah riuh orang-orang yang berkeinginan melalui pergantian tahun itu dengan berbagai kegiatan spesial.  Mereka umumnya beralasan bahwa pergantian tahun adalah kesempatan yang hanya datang setahun sekali, maka apa salahnya jika dirayakan atau diisi dengan kegembiraan melebihi hari-hari biasanya. Bagi muslim, merayakan tahun baru Masehi sebenarnya merupakan aktivitas terlarang.  Sebab, perayaan tahun baru merupakan bentuk kebudayaan (hadlarah) dari luar Islam. Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Pada mulanya perayaan ini dirayakan...